Seri Teknologi Tepat Guna : Pompa Hidram, Pompa Air Hemat Energi

Seri Teknologi Tepat Guna : Pompa Hidram, Pompa Air Hemat Energi

Kondisi geografis Indonesia dengan daerah pegunungan dan perbukitan dengan potensi sumber daya air melimpah seringkali berlawanan dengan kondisi yang ada dimana sebagian wilayah masih terjadi kekurangan air. Seringkali adanya sumber air berada di bawah lokasi pemukiman ataupun lahan pertanian, sehingga kesulitan dalam memanfaatkannya. Penggunaan pompa listrik/diesel mempunyai konsekuensi biaya yang tidak sedikit, seperti yang dilakukan beberapa petani dengan menggunakan pompa diesel untuk mengairi sawahnya dari sungai yang ada di dekat lokasi persawahan.

Salah satu teknologi yang sederhana dan murah untuk dimanfaatkan adalah dengan pemanfaatan pompa hidram. Beberapa daerah telah memanfaatkan pompa ini baik untuk pengairan maupun konsumsi masyarakat tetapi dengan penggunaan yang masih sangat terbatas. Hal ini salah satunya disebabkan tidak adanya pengembangan dari teknologi ini sehingga belum bisa dilakukan optimasi terhadap kinerjanya dan tidak adanya industri lokal yang mengembangkan teknologi ini

Prinsip Kerja Pompa Hidram

Pompa hydraulic ram atau yang dikenal dengan pompa hidram pertama kali dikembangkan oleh Mongolfier di Perancis pada tahun 1796. Secara esensi hidram adalah alat pemompaan secara otomatis yang memanfaatkan air untuk mengangkat sebagain aliran air ke tempat yang lebih tinggi; atau dengan perkataan lain menggunakan sejumlah besar air pada head/posisi yang rendah untuk mengangkat sebagian air ke tempat yang lebih tinggi.

Sumber energi pompa hidram berasal dari tekanan tinggi yang diakibatkan adanya fenomena pukulan air (water hammer) karena adanya perubahan kecepatan tiba-tiba dari aliran air oleh penutupan katup, sehingga pompa ini tidak memerlukan suplai energi dari luar seperti BBM atau listrik. Hal ini tentunya sangat baik untuk medukung pengembangan energi terbarukan (renewable energy) yang bebas polusi dimana isu lingkungan menjadi sangat gencar akhir-akhir ini. Dengan prinsipnya tersebut membuat pompa hidram ini dapat bekerja terus selama 24 jam tanpa henti. Efisiensi keseluruhan dapat diperoleh secara baik. Lebih dari 50% energi dari aliran air dapat dipindahkan ke aliran kiriman.

Untuk mendesain pompa hidram perlu dilakukan survei lapangan untuk mendapatkan data-data yang menjadi parameter desain pompa. Beberapa data yang perlu didapatkan adalah :

· Aliran sumber air

Data ini berupa debit sumber air yang ada pada kondisi normal dan pengukuran harus dilakukan pada musim kering karena pada saat itulah terjadi debit minimum.

· Head air suplai

Ini dengan melihat sejauh mana ketinggian sumber air terhadap lokasi pompa hidram dan kemiringan lokasi di bawah sumber air.

· Head penampung

Tinggi dari sumber air ke tempat yang diharapkan untuk suplai air perlu diketahui untuk memperkirakan penempatan pompa hidram.

· Kebutuhan air

Ini diestimasi berdasarkan populasi penduduk atau luas lahan pertanian yang akan dilayani atau kebutuhan lainnya sesuai dengan kondisi tiap-tiap daerah.
Yang juga perlu dipertimbangkan adalah jumlah penggunaan pompa, menggunakan satu pompa besar atau beberapa pompa kecil yang disusun secara paralel. Penggunaan beberapa pompa kecil memberikan beberapa keuntungan antara lain :

¨ Tiap pompa dapat diset untuk efisiensi yang tinggi

¨ Apabila debit sumber air turun, maka salah satu atau beberapa pompa dapat dihentikan, sedangkan pompa lainnya tetap hidup dengan performa yang tetap.

¨ Apabila ada kerusakan pompa dapat diperbaiki secara bergantian tanpa harus menghentikan seluruh aliran air.

¨ Ukuran pipa yang lebih kecil mudah didapatkan dan dengan harga terjangkau dibandingkan pipa dengan ukuran besar.

¨ Tinggi angkat maksimum secara umum lebih tinggi pada pompa yang lebih kecil.

Dengan teknologi pompa hidram yang cukup sederhana ini diharapkan banyak masyarakat yang bisa mengaplikasikannya untuk memenuhi kebutuhan air bersihnya, sehingga permasalahan air bersih dapat segera diatasi.

Semoga bermanfaat…

Dipost Oleh Super Administrator

Selama Kita masih punya TEKAD yang terpelihara dalam SEMANGAT, maka tiada kata TERLAMBAT untuk memulai AWAL YANG BARU

Post Terkait

Tinggalkan Komentar