Sejarah Desa

Desa Nanjung merupakan salah satu desa di Kecamatan Margaasih Kabupaten Bandung dengan luas + 68.987 ha berada di ketinggian 600 m diatas permukaan laut, dengan suhu berkisar 18o C s/d 22o C dan curah hujan mencapai 1.250 mm/tahun dengan intensitas maksimum curah hujan selama 90 hari dalam setahun.

Asal-usul nama Desa Nanjung adalah sebagai berikut :

Nama Desa Nanjung pada zaman dahulu (+ tahun 1905) adalah Desa Sukabirus. Pada waktu itu Desa Sukabirus merupakan daerah dimana para pahlawan mataram bermukim. Beragam alasan kenapa pahlawan mataram bermukim disana, yakni sebagai tempat persembunyian saat melawan penjajah (VOC) karena minimnya perbekalan disaat peperangan; ataupun sebagai tempat peristirahatan untuk melepas lelah karena Desa Sukabirus relatif sejuk.

Di masa itu, pemerintah menghendaki adanya nama suatu lokasi di tiap-tiap daerah, sehingga pembentukan suatu desa didasarkan atas kebutuhan untuk memperjelas lokasi dan luas teritorialnya. Sukabirus diambil dari nama sebuah tanaman obat (sebut: akar cocor bebek) yang pada waktu itu merupakan obat yang paling manjur untuk mengobati sakit panas, yakni dengan menghaluskan akar cocor bebek kemudian dibalurkan di kepala.

Belum ada informasi yang akurat sejak kapan nama Desa Sukabirus tersebut digunakan .Sejak kepala desa pertama wafat (Mama Adiredja) wafat, terjadi kekosongan kepemimpinan selama beberapa waktu. Namun muncul inisiatif untuk melakukan pemilihan kepala desa secara demokratis yang diadakan di Leuwi Kodok (sekarang disebut daerah Daraulin), dari pemilihan kepala desa tersebut, kemudian terpilih R. H. Ahmad Djoenaedi. Setelah beliau terpilih, kemudian dilakukan musyawarah di balai desa dihadiri oleh seluruh elemen masyarakat (yang sekarang dijadikan SD Negeri Nanjung/Totogan Jl. Nanjung).

Musyawarah tersebut dimaksudkan untuk mencari nama yang tepat untuk sebuah Desa. Dalam musyawarah tersebut, muncullah sebuah ide dari seorang aki-aki (no name) untuk merubah nama Desa Sukabirus menjadi Desa Nanjung. Nama Nanjung berarti subur dan makmur. Hal ini tercermin dari masyarakat pada waktu itu memang merupakan kumpulan orang yang kaya raya (juragan tanah). Selain itu pula, keadaan desa tersebut memang subur, makmur, gemah ripah loh jinawi. Atas dasar inilah nama Desa Sukabirus diganti menjadi Desa Nanjung, yang diharapkan menjadi cita-cita daerah tersebut.

 

Berikut merupakan runtuyan Kepala Desa yang pernah menjabat di Desa Nanjung :

Tabel 1

Daftar Runtutan Kepemimpinan Desa Nanjung

NO NAMA TAHUN

1. Mama Adiredja (Ma Agan), wafat pada tahun 1905 Sebelum tahun 1905

2. Rd. H. Ahmad Djoenaedi 1905 – 1914

3. Poera Dinata (Mama Eyang Poera) 1914 – 1920

4. H. Sanoesi 1920 – 1927

5. H. Tamin 1927 – 1935

6. Rd. H. Ahmad Djoenaedi 1935 – 1941

7. H. Tamin 1941 – 1946

8. Oyoh Adiredja 1946 – 1950

9. Atih Soetiana (H. Toha) 1950 – 1953

10. H. Epe Ahmad Danadja 1953 – 1964

11. H. Aen Suhendra 1965 – 1985

12. Imam Kurnia 1986 – 1994

13. Dede Supardi Kurnia 1994 – 2007

14. H. Suryana Manap 2007 - 2013

15. Dian Irawan, SE 2013- sampai sekarang

 

Sumber : Informasi dari M. Akib Sastradiningrat (Tokoh Masyarakat) dan Tabel Runtuyan Kepala Desa di Desa Nanjung